
Berguru Pada Mourinho
Jika Rafael Benitez gagal di Inter Milan karena bersikeras membongkar pondasi yang sudah dibangun Jose Mourinho, maka tidak demikian dengan Leonardo. Arsitek anyar I Nerazzurri itu justru tak sungkan berguru pada Mou untuk meneruskan proyeknya.
Sebelumnya Benitez dinilai gagal karena mencoba mencoba merombak total pondasi yang sudah dibangun Mourinho selama dua tahun menangani Inter. Tak heran penampilan Inter di musim ini menurun drastis, dan Benitez pun harus terdepak.
Saat ditunjuk sebagai pelatih baru pengganti Benitez, Leonardo langsung memilih langkah bijak. Dia bertemu Mourinho untuk berdiskusi mengenai pondasi yang sudah dibangunnya. Pilihan Leo mengikuti langkah Mou didasari kesuksesan Inter merebut treble winner pada musim lalu.
Dalam latihan rutin, dia juga terlihat coba mengakrabi para pemainnya, termasuk beberapa veteran seperti Iva Cordoba, Esteban Cambiasso, dan Thiago Motta. Leo juga terlihat sering berdiskusi dengan Guseppe Baressi yang kebetulan menjadi tangan kanan Mou selama dua tahun.
Langakh yang diambil Leo memang sangat bertolak belakang dengan Benitez. Selama ditukangi pelatih asal Spanyol itu, ruang ganti Inter terasa kurang harmonis. Rafa gagal mengendalikan para pemainnya secara personal. Dari segi taktik, Benitez juga merombak semua, termasuk pondasi pertahanan kokoh yang dibangun Mou.
Dan kini perubahan Benitez itu akan coba dibenahi lagi oleh Leo. Dengan mengikuti langkah Mou, Leo yakin peluang Inter merebut gelar juara masih terbuka lebar. (Irawan)
Bangkitkan Mentalitas Inter
Inter Milan mengawali 2011 dengan meraih kemenangan penting atas Napoli. Hasil positif itu diakui tak lepas berkat kehadiran pelatih baru, Leonardo, yang telah membawa suasana baru di tubuh tim.
Leonardo memang dianggap sebagai salah satu faktor utama keberhasilan Inter meraih kemenangan atas Napoli. Bukan cuma dari taktiknya di lapangan, melainkan peran psikologis yang dibawanya kepada tim. Hal itu diakui sendiri oleh Presiden Inter, massimo Moratti dan salah satu pencetak gol kemenangan, Esteban Cambiasso.
"Saya puas hubungan antara pelatih dan pemain sejauh ini semakin bagus," sebut Moratti. "Sekarang, kami siap berjuang kembali. Memang tak mudah merangkak naik ke papan atas lagi, tapi kami tetap yakin bisa memenangi Scudetto musim ini."
Gol kemenangan Inter pada laga ini dicetak dua oleh Thiago Motta, dan satu melalui tandukkan kepala Cambiasso. Sayang, tak ada satupun striker Inter yang mampu mencetak gol pada laga ini. Cambiasso sendiri mengakui kehadiran Leo mampu memberi dampak instant kepada mentalitas tim.
"Kemenangan ini sangat penting. Leo telah memberikan rasa percaya diri kepada kami lagi. Terlalu awal membandingkan antara dua pelatih (Leo dan Rafael Benitez), kami harus berterimakasih kepada siapapun yang sudah bekerja dengan kami. Benitez melakukan tugas yang baik juga.
Meski dianggap gagal, Benitez memang amsih mendapat penghargaan dari fans Inter. Sebelum laga melawan Napoli dimulai, di salah satu tribun Stadion Giuseppe Meazza sempat terpampang banner bertuliskan ucapan terima kasih terhadap Benitez, dan dukungan kepada Leonardo. (Irawan)
Berterima Kasih Kepada Pemain
Kemenangan di laga perdanannya atas Napoli disyukuri para pemain Inter Milan. Mereka menilai Leonardo telah membangkitkan rasa percaya diri yang sempat terpuruk.
Tapi, Leonardo justru sebaliknya. Dia berterima kasih kepada para pemain yang tampil luar biasa. "Kemenangan ini tak lepas dari 'rasa lapar' para pemain," jelas Leo usai pertandingan.
Pelatih asal Brasil itu melihat tekad kuat para pemain Inter sudah terlihatnya sejak dirinya hadir di tempat latihan. Saat latihan, Leonardo melihat semangat luar biasa dari Javier Zanetti dkk. Dan, itu membuatnya takjub.
Dia juga tak melihat ada yang salah dengan Rafael Benitez, pendahulunya. "Jiwa pemenang tetap dimiliki para pemain. Benitez mungkin sudah bekerja baik di sini. Tapi, mungkin tidak 'klik' saja," tandasnya.
Leonardo tak ingin timnya saat ini dibandingkan dengan tim Benitz. Dia hanya ingin timnya menjaga rasa percaya diri dan menikmati bermain sepak bola. Soal peluang timnya, Leonardo berujar, "Tak mudah memang untuk mendaki di posisi klasemen sementara. Kami hanya perlu fokus pada setiap pertandingan yang diikuti." (jalu)
"Inter Masih Bisa Juara!"
Kemenangan atas Napoli memunculkan optimisme di dalam diri pelatih baru Inter Milan, Leonardo. Dia pun yakin peluang skuadnya mempertahankan Scudetto di musim ini masih sangat besar.
Saat ini Intr memang masih berada di urutan 7 klasemen Serie-A dengan tertinggal 13 poin dari pemuncak, AC Milan. Meski begitu, Inter masih punya tabungan dua laga. Dan, jika mampu memenangi keduanya, nilai mereka cuma tinggal terpaut 7 dari I Rossoneri.
Bagi Leo, dengan kondisi tim saat ini kesempatan itu masih tetap terbuka. Dia pun yakin tim lain berpeluang mengakami nasib serupa dengan Inter, yakni melalui periode buruk.
"Bisakah kami meraih Scudetto ? Setiap tim pasti melalui periode berat di musim ini seperti halnya Inter. Dan saya pikir hal itu juga akan terjadi pada klub lain," beber Leonardo.
Di bawah kendali Leo, Inter diyakini bakal mengedepankan permainan atraktif dengan lebih bisa menikmati pertandingan. Leo pun berharap para pemain bisa mengkonversi beban di pundak mereka menjadi sebuah kesenangan dalam menghadapi setiap laga.
"Dalam pandangan saya, sepak bola adalah kesenangan. Kita tak bisa menikmati olahraga ini dengan beban berat di pundak. Kita bisa kalah atau menang, tapi harus terus berkembang dan berubah. Satu-satunya hal teknis di sepak bola adalah taktik, sisanya adalah semangat" sebut dia.
"Ada kegembiraan di skuad, dan tak bisa dipungkiri hal itu. Tim tampil luar biasa saat menghadapi Napoli. Semangat, kerja sama tim, dan ketenangan di atas lapangan sangat bagus. Sekarang, kami harus meneruskan performa ini saat menghadapi Catania," sambung Leo lagi.
Pada laga melawan Catania, Inter bakal kembali diperkuat top skorer sementara mereka, Samuel Eto'o yang kembali dari masa skorsing tiga pertandingan. "Kini skorsingnya sudah berakhir, dan saya berharap banyak dari dia," pungkas Leo. (Irawan)
"Inter Tim Yang Luar Biasa!"
Ekspresi kepuasan tampak terlihat dari wajah Leonardo menyambut kemenangan 2-1 yang diraih Inter Milan atas Catania. Betapa tidak, selain menjadi kemenangan keduanya secara beruntun, tiga poin diraihnya dengan perjuangan setelah sempat tertinggal lebih dulu.
I Nerazzurri sempat tertinggal melalui gol Alejandro Gomez pada awal babak kedua. Namun, dengan semangat tinggi Inter akhirnya mampu membalikkan keadaan melalui dua gol Esteban Cambiasso.
"Kami kesulitan di babak pertama, dan Catania sudah lebih dulu bermain aktif menyerang. Babak kedua semua berubah, dan pergantian pemain cukup membantu kami. Kami akhirnya membuktikan punya karakter kuat. Termasuk membalikkan keadaan. Ini tiga poin penting yang membuat peluang kami tetap hidup," beber Leonardo.
Leonardo sendiri menyambut gembira hasil imbang yang diraih AC Milan dari tamunya, Udinese. Menurut dia, hasil itu cukup membantu ambisi Inter bangkit dari keterpurukkan di awal musim.
"Kabar dari hasil Milan memunculkan antusiasme di skuad kami. Namun cukup sulit membaca klasemen sekarang, selama kami masih punya tabungan dua laga," sambung dia.
Pada laga ini Leonardo juga memberikan kesempatan kepada pemain anyar Inter, Andrea Ranocchia melakoni debutnya. Sayang, eks defender Genoa itu hanya bermain sebentar saat menggantikan Diego Milito pada menit ke-91. (Irawan)
Kunci Sukses Leo: Keharmonisan Tim
Inter Milan terus menjaga rekor 100 persen sejak dipegang Leonardo. Teranyar, Bologna digebuk 4-1. Leonardo mengaku senang dengan pencapaian Inter hingga saat ini. Menurutnya, ada faktor nonteknis yang membuat Inter bisa kembali ke trek yang benar.
"Tim ini punya ide dan visi yang jelas tentang sepak bola," ungkap Leonardo. "Kemenangan penting melawan Bologna tak lepas dari performa baik para pemain. Senang melihat Samuel Eto'o bisa kerja sama dengan Diego Milito. Keharmonisan di sebuah tim itu menjadi dasar."
Kendati demikian, Leonardo melihat masih ada kelemahan yang terjadi pada timnya. Terlihat dari kerja keras yang harus ditampilkan saat melawan Napoli dan Catania. "Mungkin, kelemahan terbesar tim ini ada pada antisipasi bola-bola mati. Tapi, bisa saja itu hanya inisidental," tandasnya.
Soal peluang juara, Leonardo tak mau sesumbar. Dia mengakui jika AC Milan yang pernah dilatihnya pantas mendapatkan respek. "Namun, laga masih panjang. Bukan waktunya untuk melakukan kalkulasi," pungkas dia. (jalu)