
Gelar ketiga buat Inter Milan akhirnya hadir. Setelah sukses meraih Supercoppa Italia danClub World Cup, gelar Coppa Italia menjadi hiburan bagi I Nerazzurri menyusul kegagalan mempertahankan Scudetto.
Pada laga final Coppa Italia kali ini, skuad asuhan Leonardo itu mampu menaklukkan Palermo dengan skor 3-1 di Stadion Olimpico, Roma. Gelar yang tentunya membuat Leonardo semakin aman di posisi pelatih Inter.
Sejak awal babak pertama, pertandingan berlangsung alot. Palermo sempat menciptakan ancaman melalui Abel Hernandez, namun tembakannya masih meleset. Javier Pastore hampir saja memecah kebuntuan bagi Palermo pada menit ke-19. Namun, kiper Inter, Julio Cesar bereaksi menangkap bola yang dikuasai Pastore sebelum sempat dieksekusi.
Inter berusaha meredam agresivitas Palermo dengan memainkan penguasaan bola. Sementara Palermo terus bemain lebih agresif dalam melancarkan tekanan ke daerah pertahanan Inter.
Pada menit ke-26, Inter akhirnya mampu memecah kebuntuan lebih dulu. Thiago Motta mengirim bola kepada Wesley Sneijder yang meneruskan kepada Eto'o. Striker asal Kamerun itu berhasil menguasai bola sebelum menaklukkan kiper Palermo, Salvatore Sirigu.
Gol itu membuat Palermo kian terlecut. Mereka coba bangkit dan mencetak beberapa peluang. Namun hingga turun minum skuad asuhan Delio Rossi itu gagal mencetak gol balasan.
Permainan pada babak kedua semakin hidup. Baik Inter maupun Palermo sama-sama memeragakan permainan terbuka. Namun disiplin para pemain I Nerazzurri membuat upaya Palermo kerap kandas.
Bahkan, Inter kembali mampu mencuri tambahan gol saat laga memasuki menit ke-76. Adalah Eto'o yang mencetak gol keduanya ke gawang Sirigu, sekaligus menjadi koleksi ke-37 sepanjang musim ini. Setelah melepaskan diri dari jebakan off-side, Eto'o menerima bola hasil umpan Sneijder, sebelum mampu kembali menaklukkan Sirigu dalam duel satu lawan satu di mulut gawang.
Palermo bereaksi cepat, membalas serangan itu. Usaha mereka kali ini membuahkan gol melalui tandukan Ezequiel Munoz pada menit ke-88. Sayang, hanya dua menit setelahnya, Munoz menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Eto'o.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Inter untuk menambah tekanan dan pada menit ke-92, mereka kembali melebarkan jarak berkat gol Diego Milito memanfaatkan umpan Goran Pandev. Skor 3-1 pun bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Inter mempertahankan gelar Coppa Italia yang diraihnya musim lalu. (Irawan)
Puji Fans Inter Dan Palermo
Samuel Eto'o menjadi pahlawan kemenangan Inter Milan di final Coppa Italia. Dua gol yang dicetaknya turut membawa I Nerazzurri menang 3-1 atas Palermo di Stadion Olimpico, Roma, (29/5).
Menariknya, pada laga final kali ini Stadion Olimpico dihiasi oleh cukup banyak warna merah muda. Tak heran, disinyalir sekitar 50 ribu fans Palermo memang datang langsung dari Sicilia guna mendukung tim kesayangannya.
Laga final Coppa Italia ini memang teramat istimewa bagi fans Palermo untuk dilewatkan. Dan, meski akhirnya harus mengakui kekalahan sang juara bertahan, tifsi Palermo turut larut dalam euforia.
"Sepak bola adalah kegembiraan. Dan aku berterima kasih kepada kedua fans yang sudah melalui malam bersama kami," ucap Eto'o seusai laga. "Fans Palermo datang dari jauh untuk menyaksikan partai ini. Dan kami salute dengan mereka meski hasinya mengecewakan pada akhir laga."
Bagi striker dan pelatih Palermo, Fabrizio Miccoli dan Delio Rossi, laga ini juga sangat berarti. Miccoli menyatakan bakal cabut pada musim panas ini. Pun dengan Rossi. Tak heran jika Rossi pun sempat menangis seusai peluit akhir dibunyikan. (Irawan)
Bangga Meraih Trofi Pertama Di Inter

Allenatore Leonardo menutup musim dengan sempurna. Meski gagal membawa Inter Milan mempertahankan gelar Coppa Italia, namun dia berhasil menjadikan Coppa Italia sebagai trofi perdananya.
"Tentu sangat memuaskan karena ini musim berat dan sebuah kesempatan emas. Sangat indah bisa mengakhiri dengan senyuman saat Javier Zanetti dan Marco Materazzi mengangkat trofi," ucap Leonardo. "Ini juga musim spesial buat saya pribadi. Jadi, mengakhiri dengan gelar juara sangat luar biasa."
Selain itu, Leonardo juga tak luput memuji tifosi Palermo yang mendominasi Stadion Olimpico pada laga final kali ini. "Fans Palermo sangat luar biasa. Mereka memenuhi Olimpico. Namun kemenangan merupakan perasaan terindah," imbuh dia.
Pelatih asal Brasil itu juga memuji penampilan sang lawan yang dianggap sangat menyulitkan. "Palermo bermain sangat bagus. Tapi kami mengakhiri musim dengan koleksi tiga trofi, dan klub lain tak selalu bisa melakukannya," pungkas dia. (Irawan)